Jalan jalan ke pasar tradisional Saint Denis Prancis.

Ikuti jalan jalan ku kali ini ya. Jangan lupa kasih like, komen, subscribe dan share videonya kalau kalian suka.

Terima kasih dan salam kenal 🙂

Love,

Sepedaan di Paris

#shopping #suasana #pasar

Wah, ini baru tram yang antikh. Ini tram yang jadul, Teman-teman. Aku sekarang berada di kota Sandi. Mau jalan-jalan di sini. Ini tuh di sini ada katedral eh Basilic Kathedral San Denny eh kalau enggak salah ya yang makamnya Marian Twinet. Tapi kita enggak akan ke sana. Aku hanya mau lihat pasar. Tadi kalian melihat kan trum yang jadul. Tadi aku habis naik trum yang baru malah modelnya kapsul. Wow. Ini sekarang aku lagi berada di Pasar Sandeni. Tuh, beda komunitas lagi. Aku mah gini dah, suka lihat-lihat. Kepo pasar-pasarnya ya. Oh, iya. Aku mau ngasih tahu ke kalian di sini tuh orang Afrika ini yang kulit hitam itu biasanya kan suka apa ya? Perawatan rambut gitu. Nah, di sini tuh banyak banget tuh kalian mau ngerawat rambut tinggal datang ke toko-toko Afrika kayak gini. Mereka banyak menjual produk buat rambut nih. Karena mereka perawatan banget rambutnya karena kan kriwil-kriwil ya. Kadang suka di apa itu linting-linting rambutnya harus dirawat nih produknya banyak mau anti rontok, mau anti ketombe, mau manjangin, mau mau mengkilatin, mau wah semuanya ada. Sekarang mari kita jalan ke pasarnya. Nih e rambut palsunya pun ada. Hanya kalangan mereka yang beli-beli kayak gini, Teman-teman. Banyak produknya di dalam. Ini bukan pasar loak sih, Teman-teman. Ini tuh pasar kalau kalian mau belanja sayur, buah, pakaian gitu. Udah lama banget aku enggak ke sini. Di sini itu di dekat sini ada yang jual senem dan teh dari Aljazair atau Maroko. Kayak gitulah pokoknya ada di sini, Teman-teman. Kita lihat-lihat aja ya. Aku enggak belanja teman-teman tadi kebetulan habis dari pasar loak mana itu Pierfit Sursen. Kalian udah nonton videonya? Nah, dan aku eh stop di sini karena aku lihat di sini ada pasar. Ini pasar buah. Kalau di dalam pasar buah dan daging. Kalian mau [Musik] lihat? Wow. Apakah harganya lebih murah daripada di Paris? Enggak juga sih. Eh, iya lebih murah karena makaron eh makaronya itu 2 kilo 10 euro di Paris 1 kilo 7 euro. Ini 2 kilo 18 euro. Lebih murah sih, Geng. Tapi kita enggak belanja. Aku enggak bawa kadi, orang hanya mau jalan-jalan nih. Kalau kalian mau lihat-lihat silakan melonnya 50 satu pie mahal ya. Kalau ikan tadi murah ini Bu Sheri. Tapi aku enggak tahu ini Bu Cherry yang halal atau bukan. Enggak ada tulisannya soalnya.Udah teman-teman. Sekian dari sini. Kita keluar lagi ke sana lihat-lihat yang lain. Lihat pasar di [Musik] Sandeni. Ah, lewat sini kayaknya ini nih. Senang. Aku mau makan ini dulu deh. Kok tulisannya Benny Yeni gini? Ini kayaknya dari Turki nih. Aku mau nyobain kayak gini sama minum tehnya di sini. Di sini tuh pasarnya seperti ini. Ada yang jual karpet. Wah, tapi ramai, Teman-teman. Karena di sini tehnya enak banget. Aku enggak tahu nama-namanya, tapi aku mau pesan yang di dalam. [Musik] Lihat ini baju kroketnya lucu-lucu 20 euroan tuh. Warnanya bagus-bagus tuh kelihatan. [Musik] Ini kalau gak salah di belakang sana ada toko barang bekas juga, Teman-teman. Kalian mau lihat? Tadi aku habis makan teh dan senak videoin ya. Ini apa? 10 euroan gamis-gamisnya tuh. Kalau mau milih ada kaftan tu shining shining 10 euro aja murcia ya. Gamis gitu. Mari kita lihat keriuhan Pasar Sandeni ini. Walah, itu katedral. No, ini bukan katedral. Ini Lameri balai kotanya. Katedralnya sebelah mana ya? Yang makam Marian Toet ada di sana. [Musik] Makamnya itu ada di katedral, Teman-teman. Di balik sini tuh, di balik ini gedung ini deh kayaknya. Tapi kita enggak ke sana ya. Lain kali aku hanya bikin kepo kalian. Mari kita lihat ee toko barang bekas. Lihat-lihat aja. Kalau enggak salah sih daerah sini. Bagaimana? Seru ngelihat pasar di sini 6 euro tuh. Gamisnya murnya aja. Ini apaan? Murah, Teman-teman. Yah, lumayan lebar itu. Bahan 2 makainya bisa dia jual 6 euro ya. 6 euro berarti berapa tuh, Teman-teman? Hampir Rp10.000. Iya sih di Indonesia bisa itu produksinya murah bahan per meternya. Itu tadi 2 meteran kayaknya. Wah segar ya lihat itu sayur wortel. Ini video gaj hari ini ya. Gaj enggak jelas. Bagus sih gamis-gamisnya ya. 10an aja nih. Kalian kan belum pernah lihat kan market kayak gini. So, aku ajak kalian ke tempat-tempat gini. Oh, lucu roknya. 25 euroan. Kok mahal, Bang? Bajunya bagus-bagus pemejanya. [Musik] Ini toko barang bekasnya. Mari kita lihat-lihat. Bala. Selamat datang, Teman-teman. Ini toko barang [Musik] bekasnya ya. Ada musik. [Musik] Sudah. Yuk kita keluar. Walah kalian melihat sisi lain ya dari kota Prancis, kota lain. Bagaimana menurut kalian, Teman-teman, jalan-jalannya? Ini hanya jalan-jalan aja sih. Itu apa sebelah sana? I tuh di sini juga ada sellers yang jual kayak gini, Teman-teman. Biasanya mereka pakai mikrofon gitu loh. Demo tuh ya. Jangan dikira enggak ada. Bule-bule juga jualan kayak gini, Teman-teman. Oh, teriak-teriak. Ini dia lagi enggak pakai mikrofon. Biasanya dia pakai mikrofon di mulut gitu loh. Jadi serasa di Indonesia ya. Apa masih ada di sana yang jualan pakai kayak gitu, Teman-teman? Mikrofon. [Musik] Oke deh, Teman-teman. Aku rasa cukup sekian ya jalan-jalan di Pasar Sandeni. Kali ini kita ketemu lagi di cerita-cerita selanjutnya. Jangan lupa dukungan kalian. [Musik] [Musik] Antik ya tramnya. [Musik]

23 Comments

  1. Hellooo..Saya suka dengan videonya . Semoga makin banyak subscribersnya. Iya betul rambut orang hitam kriwil kriwil dan perawatannya beda. dan sulit di atur itu rambutnya….Awesome Video!!!

  2. Bonjour sis, aku lg nonton nih soalnya aku pernah ke St. Denis dulu, nginap di hotel campanile sm suami. Dl saya ke pasar traditional nya. Kayaknya hampir 80%orang kulit hitam disana ya apalagi di pasarnya jarang aku lihat bule prancisnya 😂. Kalau aku sendiri masuk kategori yg 80%😂😂😂
    Yuan pasti kategori yg 20% ya😅😅 (lol)
    Becanda ya..🫶🏼🫰🏼

Leave A Reply